7 Manfaat Bermain untuk Anak yang Memengaruhi Proses Pertumbuhannya

Categories: Artikel, Parenting
No Comments

Saat anak sudah mulai memasuki usia aktif, bermain menjadi kegiatan yang paling disukainya. Dengan bermain, ia bisa menyalurkan berbagai perasaan dan pikirannya. Energi yang dimilikinya pun tersalur ke dalam aktivitas bermain yang seolah tidak pernah berhenti. Yang pasti, memang banyak sekali manfaat bermain untuk anak yang bisa didapatkan. Salah satunya adalah melepas stres yang disebabkan oleh rutinitas harian yang membosankan. Sekolah dan tugas-tugasnya, misalnya.

Bila anak sudah sekolah di pagi hingga siang hari, wajar bila anak bosan saat sore dan ingin bermain. Belum lagi, bila orang tua bekerja dan meninggalkannya di rumah. Keadaan ini bila diulang terus-menerus dapat membuat anak stres.

Selain itu, ada 7 manfaat bermain untuk anak yang akan membantu proses pertumbuhannya.

7 Manfaat Bermain untuk Anak yang Memengaruhi Proses Pertumbuhannya

1. Mampu Memahami dan Mengembangkan Diri

Anak akan menentukan pilihannya sendiri saat bermain. Apakah akan bermain puzzle, masak-masakan, mewarnai, atau melipat kertas. Anak juga akan memilih di mana dan dengan siapa ia bermain.

Inilah salah satu manfaat bermain untuk anak. Pilihan-pilihan tersebut membantunya mendapatkan gambaran tentang diri mereka. Identitas dan kepercayaan dirinya akan berkembang tanpa rasa takut kalah atau gagal. Saat anak sudah semakin dewasa, identitas yang sudah terbentuk akan membantunya siap menghadapi tantangan.

2. Meningkatkan kepercayaan diri

Manfaat bermain untuk anak lainnya adalah kemampuan yang mendorong keterampilan fisik, sosial, emosional, dan intelektual mereka.

Misalnya saat anak bermain dengan temannya atau mengolah emosi saat bermain peran. Dengan mengetahui cara mendekati orang lain, kepercayaan diri anak akan meningkat yang kemudian membuatnya lebih terbuka terhadap orang lain.

Kegagalan pada saat anak sedang bermain juga akan memupuk rasa tanggung jawabnya. Anak belajar bagaimana ia harus menghadapi situasi dan mengolah emosinya pada saat yang tepat.

3. Meningkatkan kreativitas dan kemampuan imajinasi

Ketika bermain, anak sering kali berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan dalam dirinya. Kemampuan imajinasi yang baik pada saat masih anak-anak akan membuatnya mampu berinisiatif dan kreatif saat sekolah dan bekerja nanti.

Jenis permainan yang sering dimainkan adalah bermain peran (pretend to play). Bermain pura-pura menjadi dokter, pedagang, polisi, koki, atau ibu rumah tangga memberikan gambaran pada anak bagaimana profesi tersebut akan dijalankan nantinya.

Ketahui 6 Ciri-Ciri Tempat Bermain yang Bersih bagi Anak

4. Mengasah kemampuan berbahasa

Manfaat bermain lainnya adalah dengan bermain, kemampuan berbahasa anak akan terlatih dan berkembang lebih cepat. Salah satu cara efektif yang membantu mengasah kemampuan berbahasa anak adalah dengan bernyanyi atau membacakan cerita.

Untuk anak usia batita, permainan akan memampukannya mengucapkan kata dengan lebih jelas. Sedangkan untuk anak yang lebih besar bisa mempelajari bahasa lain selain bahasa ibu.

5. Meningkatkan kemampuan memimpin dan memecahkan masalah

Manfaat bermain untuk anak tak hanya berjangka pendek saja lo, tetapi juga jangka panjang. Menurut American Academy of Pediatrics, anak akan memiliki kemampuan memimpin saat dewasa bila ia memiliki waktu bermain yang cukup.

Selain itu, permainan akan mengasah daya analisa anak saat menghadapi suatu situasi. Anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan sehingga ketika dewasa nanti, ia bisa memecahkan masalahnya (problem solving).

6. Melatih motorik dan kognitif anak

Manfaat bermain dari sisi kemampuan motorik didapatkan ketika anak melakukan permainan fisik seperti bermain luncuran, jungkat-jungkit, atau menendang bola.

Kemampuan motorik yang baik dapat membuat kondisi berat badannya ideal, menambah tinggi badan, dan menjaga kesehatan jantung hingga dewasa. Sedangkan kemampuan kognitif didapatkan ketika anak bermain balok, lego, puzzle, dan lain sebagainya.

Seru! 7 Permainan Anak Perempuan Tanpa Gadget Ini Sangat Edukatif

7. Mengembangkan otak kanan

Otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Dengan bermain, anak belajar bersosialisasi, komunikasi, dan emosi saat berhadapan dengan teman sebayanya.

Selain itu, manfaat bermain untuk anak juga bisa dirasakan dari peningkatan kemampuan intuitif dan kemampuan merasakan. Berekspresi, menyanyi, menari, hingga melukis dapat terasah karena otak kanan berkembang. Kemampuan tersebut mungkin kurang terasah di sekolah.

Nah, itu dia 7 manfaat bermain untuk anak yang dapat membantu proses pertumbuhannya. Agar manfaat bermain dapat dirasakan secara optimal, ada baiknya orangtua turut mendampingi dan terlibat dalam permainan anak.

Pojok Bermain Anak
Pojok Bermain Anak – Umama, M.Kom.

Nggak perlu khawatir, Bunda, dengan aktivitas bermain anak. Kalau bingung, Bunda bisa melihat buku Pojok Bermain Anak sebagai panduan dalam mendampingi anak bermain. Buku ini dapat dibeli secara langsung melalui WhatsApp Stiletto Book.

Ingat ya, Bunda, jangan batasi kegiatan bermain anak terlalu ketat agar anak bisa berkembang dan mengenali dirinya sendiri. Sudah siap mendampingi anak dan mendapatkan semua manfaat bermain untuk anak? Semangat, Bunda!

Jangan lupa follow akun Instagram Stiletto Book agar nggak ketinggalan update dan info buku terbaru. (Dona)

Your Thoughts