Meski Sudah Punya Anak, Ini Dia 5 Alasan Ibu Tetap Bekerja

Categories: Artikel, Parenting
No Comments

Kadang seorang ibu hanya dihadapkan pada dua pilihan dan harus memilih salah satu ketika sudah punya anak; tetap bekerja meneruskan kariernya atau mengalah untuk resign dan mendedikasikan diri seutuhnya bagi keluarga.

Sungguh pilihan yang sulit.

Setelah memilih dengan berbagai pertimbangan dan akhirnya memutuskan, apakah lantas seorang ibu bebas dari segala komentar negatif? Tidak, masih saja banyak orang yang mempertanyakan keputusannya itu.

“Yakin nih, enggak sayang sama gelar sarjana sendiri kalau cuma tinggal di rumah?”
“Emang nggak sayang sama keluarga, kok ditinggalin melulu setiap hari?”

Belum lagi ketika lantas keluar pertanyaan dari mulut si kecil, “Kenapa sih Bunda harus kerja?”

Ya, kalimat tanya ini mungkin sering Bunda dengar ketika bercakap-cakap dengan anak. Ia seolah menuntut penjelasan mengapa dirinya harus ditinggal sendiri sepulang sekolah. Wajar saja, Bunda. Si kecil merasa cemas karena harus berpisah dari Bunda yang bekerja. Belum lagi bila ia tidak punya teman yang bisa diajak bermain sepulang sekolah.

Well, komentar orang lain di luar sana, mungkin bisa Bunda abaikan. Toh, mereka tidak akan berkontribusi apa-apa juga secara langsung terhadap kebahagiaan keluarga Bunda kan? Namun, pertanyaan si kecil harus dijawab.

Agar anak bisa sepenuhnya memahami dan mengerti kegiatan orang tuanya, kita wajib banget memberi tahu alasan mengapa kita harus bekerja meski sudah punya anak, dan sekilas “tega” membiarkan mereka sendirian.

Ini dia beberapa alasan yang biasanya mendasari seorang ibu tetap bekerja meski sudah punya anak

Meski Sudah Punya Anak, Ini Dia 5 Alasan Ibu Tetap Bekerja

Kebutuhan ekonomi

Alasan yang paling klasik yang membuat Bunda tetap bekerja meski sudah punya anak adalah mencukupi kebutuhan ekonomi.

Yes, kebutuhan hidup yang semakin tinggi, ditambah dengan kehadiran anak sering memotivasi para orang tua giat bekerja. Meski terkadang perasaan bersalah menyelimuti, Bunda tetap tidak bisa menutup mata dari kenyataan bahwa suami membutuhkan bantuan.

Hal ini didukung juga oleh tersedianya lapangan pekerjaan bagi perempuan yang lebih besar, sehingga Bunda pun tetap mudah mendapatkan pekerjaan usai melahirkan.

Pendapatan tambahan

Alasan selanjutnya adalah untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Tidak ingin membebankan seluruh pengeluaran kepada suami, ibu yang sudah punya anak tetap bekerja karena ingin mendapatkan uang tambahan.

Meski pada akhirnya juga penghasilan tersebut mengalir pada anak, uang yang Bunda hasilkan bisa digunakan sewaktu-waktu untuk berbagai keperluan. Selain untuk mencukupi kebutuhan pribadi, seperti kosmetik atau belanja pakaian, penghasilan Bunda biasanya ditabung sebagai dana darurat.

Bila sewaktu-waktu tulang punggung keluarga, dalam hal ini suami, terjerat permasalahan, uang yang Bunda tabung bisa digunakan sebagai alternatif belanja demi menyambung hidup.

Berhenti Membandingkan Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga! Ini 7 Alasannya

Aktualisasi diri

Tak hanya bisa berhasil dalam kehidupan rumah tangga, Bunda–meski sudah punya anak–juga ingin memiliki kesuksesan karier. Sukses menyelesaikan berbagai tugas, berhubungan dengan teman kerja, serta menangani klien dari kantor, akan membuat Bunda merasa bangga. Bunda merasa ada, dan dibutuhkan.

Kebahagiaan karena berhasil menyelesaikan segala pekerjaan yang dibebankan membuktikan bahwa Bunda mampu melakukan apa pun. Perasaan bahwa ada orang lain yang mengandalkan kita itu memang luar biasa kan, Bunda?

Sebaliknya, bila aktualisasi diri tidak terpenuhi, Bunda akan cenderung merasa stres, merasa kurang berharga, hingga mengikis rasa percaya diri.

Menyalurkan bakat

Bunda yang memiliki bakat khusus mungkin akan merasa terpanggil untuk kembali bekerja meski sudah punya anak, mengingat bakat Bunda dapat dimanfaatkan.

Dengan menyalurkan bakat dan memberi manfaat kepada orang lain, Bunda akan merasa bahagia dan bangga. Contohnya menjadi dokter kandungan untuk membantu sesama ibu yang hidup di daerah yang tertinggal.

Kesadaran akan kebutuhan orang lain akan menuntut Bunda untuk kembali berkutat pada pekerjaan meski sudah punya anak.

5 Tahapan Menulis Novel - Pasti Selesai!

Bosan di rumah

Alasan ini sering sekali diutarakan oleh Bunda yang sudah terbiasa bekerja, bahkan sebelum punya anak. Karena terbiasa beraktivitas di luar rumah, Bunda biasanya mudah bosan. Belum lagi bila seusai menikah langsung tinggal sendiri.

Tak ada teman yang diajak ngobrol pastinya membosankan. Bermain dengan anak pun tak bisa setiap saat, karena anak juga tak selalu menuntut perhatian setiap waktu, bukan? Ada sela-sela jeda istirahat, tidur, dan berbagai aktivitas lain juga.

Urusan beres-beres rumah? Barangkali sudah selesai sejak pagi. Daripada tak melakukan apa pun dan malah mendatangkan stres, maka Bunda memilih untuk kembali bekerja.

Itulah beberapa alasan yang biasanya mendasari seorang ibu tetap bekerja meski sudah punya anak.

Meninggalkan anak untuk bekerja memang kadang menimbulkan perasaan bersalah karena berarti tak bisa mengasuh mereka sendiri. Maka tak heran, ibu membuat berbagai kompensasi seperti memasak sendiri makanan anak, menjahit baju anak, atau merawat anak begitu sampai di rumah agar perasaan bersalah sedikit berkurang.

Hal ini tidak salah kok. Justru harus dilakukan.

Berat ya? Nggak juga, kalau semuanya dipikirkan jauh-jauh hari dan Bunda memiliki support system yang tepat.

Kenapa Bunda Harus Bekerja
Kenapa Bunda Harus Bekerja? – Santy Dwi Kristina

Sebagai bahan pertimbangan, baca dulu buku Kenapa Bunda Harus Bekerja? ini yuk! Berbagai tip untuk menjadi ibu bekerja yang bahagia dan bebas dari rasa bersalah meski sudah punya anak dijelaskan dengan begitu penuh perasaan dan detail dalam buku ini. Termasuk di dalamnya tip memilih asisten rumah tangga, tip membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak, serta strategi menjadi seorang full time mother dan working mother di saat yang bersamaan.

Bunda bisa dapatkan buku ini melalui WhatsApp Stiletto Book, atau melalui marketplace Tokopedia dan Shopee. Go grab this book now, dan terapkan tip-tipnya agar tetap bisa menjadi ibu bekerja yang bahagia! (Dona)

Your Thoughts