Menulis Resensi Buku, Begini 5 Cara untuk Memulainya

Categories: Tip Menulis
No Comments

Bentuk kecintaan seseorang pada buku, bisa sangat bervariasi. Ada yang mencintai buku dengan cara merawatnya sepenuh hati. Ada juga yang rajin mencorat-coretnya sebagai bentuk ungkapan kasih sayang. Ada pula yang dengan cara menulis resensi buku setiap kali usai dibaca.

Sebagian yang lainnya, buku dijadikan bagian dari keluarga, diberinya kamar khusus, diperlakukannya seperti manusia. Bukankah manusia—apalagi keluarga sendiri—juga akan sedih jika tidak mendapat perhatian atau tidak disapa sama sekali? Anggaplah buku pun begitu. Buku-buku akan menangis jika kita mendiamkannya, atau malah meletakannya di tempat yang kurang layak.

Nah, soal menulis resensi buku, ini juga salah satu cara untuk mencintai buku lo, Stilovers! Tak peduli buku itu bagus atau tidak, bahkan buku yang banyak direspons negatif sekalipun, bisa kita buatkan reviewnya.

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan resensi buku?

Resensi buku adalah tulisan yang berisi ulasan tentang baik dan buruknya sebuah buku yang kita baca. Menulis resensi buku juga bisa loh menjadi awalan yang baik buat kita belajar menulis.

Nah, apa saja sih yang kita perlukan untuk menulis resensi buku yang menarik? Berikut, ada tips sederhana dari Stiletto buat kamu. Silakan disimak sampai selesai ya.

5 Cara untuk Mulai Menulis Resensi Buku

1. Memilih Buku

Kamu pengin menulis resensi buku yang mana? Ini jadi langkah awalmu untuk mulai membuat resensi.

Menulis resensi buku Hobi Jadi Bisnis
Buku Hobi Jadi Bisnis, bisa kamu pilih sebagai buku pertama yang kamu resensi

Apakah kita akan pilih buku baru atau lama? Buku fiksi–misalnya seperti novel Aku, Kopi, dan Kamera–atau buku nonfiksi–seperti buku Hobi Jadi Bisnis? Buku kontroversial ataukah jenis buku yang sepi dibicarakan pembaca? Mau ditulis untuk ditayangkan di blog atau media sosial pribadi, ataukah dikirim ke media?

Stiletto sarankan sih, jika tujuan menulis resensi buku adalah untuk dikirim ke media, ada baiknya kita pilih buku baru. Biasanya, media lebih mengutamakan resensi buku baru untuk dimuat, demi informasi yang aktual.

2. Bacalah Buku Sampai Selesai

Untuk menulis resensi buku, tentu saja kita harus membaca buku tersebut sampai selesai.

Ayo, siapkan kertas dan pensil untuk menandai/mencatat informasi-informasi penting yang kita dapat dari membaca. Ada baiknya sih siapkan juga beberapa pertanyaan dulu—tentang unsur instrinsik dan ekstrinsik buku tersebut—sebelum memulai membaca. Itu akan memfokuskan kita dalam mencari data.

Dan jangan lupa, temukan juga kelebihan dan kelemahan buku tersebut.

3. Catat Identitas Buku

Identitas buku berisi tentang: jenis buku, judul buku, nama penulis, nama penerbit, bulan dan tahun terbit, tahun cetak, tebal buku, nomor ISBN dan harga buku.

Tulis juga blurb–yang berisi deskripsi singkat mengenai isi buku–yang biasanya tertulis di cover belakang, sebelum menulis resensi buku kita.

4. Ingat Komponen Resensi Buku

Hal-hal apa saja sih yang harus ada jika kita hendak menulis resensi buku? Nah, kita bisa menulisnya seperti ini.

a) Judul

Resensi buku haruslah mempunyai judul. Untuk menarik pembaca, buatlah judul yang menggoda, merangsang rasa ingin tahu, dan mencerminkan isi resensi secara keseluruhan.

b) Identitas Buku

Dalam sebuah resensi, jangan lupa sertakan identitas buku, seperti yang sudah dijelaskan di poin ketiga di atas.

c) Pendahuluan

Pertama-tama, perkenalkan dulu buku yang kita resensi secara sekilas sebelum mulai masuk ke inti resensi. Misalnya, kita bisa membahas tentang profil penulis buku tersebut. Ceritakan proses kreatifnya. Atau bisa juga kita isi dengan kutipan menarik yang mendukung resensi yang akan ditulis.

d) Badan Resensi

Di poin ini, ceritakan isi buku secara kronologis. Jika buku yang diresensi adalah novel, maka buatlah sinopsis singkat yang tak lebih dari satu paragraf. Paparkan juga tentang sistematika penulisan buku tersebut.

d) Analisis/ Pembahasan

Kemukakan isi pokok buku tersebut dan berilah komentar. Ceritakan kepada pembaca mengenai pengalaman bacamu. Apa yang kamu rasakan, dan pelajaran atau nilai apa yang kamu dapatkan dari membaca buku tersebut. Tak lupa, ceritakan juga apa kelemahan dan keunggulan buku dinilai dari isi dan fisiknya.

e) Penutup

Pada akhir resensi buku, kita bisa tulis saran dan kesimpulan. Sarankan juga pada pembaca, buku yang kita resensi tersebut layak dibaca oleh siapa?

5. Publikasikan.

Jika resensi tersebut tidak kamu kirimkan ke media cetak, ada baiknya hasil resensi-resensi buku yang sudah kamu tulis dipublikasikan di media online milik pribadi. Kamu bisa memilih untuk mem-publish di blog, Goodreads, notes Facebook, Instagram atau malah keempatnya sekaligus.

Seiring berkembangnya waktu, resensimu pasti akan semakin bagus. Semakin tajam dan jadi rujukan teman-teman. Siapa tahu juga nanti jadi banyak terima kiriman buku dari penulis, atau penerbit. Hmm, yang terakhir ini sih dianggap bonus aja ya.

Nah, itu dulu tip sederhana mengenai menulis resensi buku yang bisa Stiletto bagi buat kamu. Semoga bermanfaat ya 🙂

Jika kebetulan kamu menulis resensi buku Stiletto Book, kamu boleh mention ataupun tag Stiletto di media sosial–baik di Facebook, Twitter, maupun Instagram. Kami akan senang sekali membacanya. Jika resensimu menarik, Stiletto akan mengumpulkannya di situs ini, agar bisa dibaca oleh pembaca yang lain lo! 🙂

Jadi, tunggu apa lagi? Selamat menulis resensi buku ya!

Salam
Tikah Kumala

Your Thoughts