5 Do’s and 5 Dont’s Gaul di Media Sosial, Terutama Jika Kamu Ingin Jadi Seleb

Categories: Artikel, Panduan
No Comments

Pernah nggak terpikir, Stilovers, bahwa sekarang ini kita hidup di dunia yang tanpa batas? Hanya bermodal handphone dan sentuhan jari tangan kita, hidup bisa berubah dalam sekejap mata saja. Kadang bahkan terasa, kita yang diatur oleh media sosial lo!

Apalagi kalau kamu berniat menjadi seorang seleb di media sosial–entah itu seleblog, selebtwit, hingga selebgram dan selebtiktok.

Tentu akan banyak tantangan yang harus kamu hadapi, Stilovers! Tapi, sebenarnya hal yang paling mudah tentu menjadi diri sendiri. Tak perlulah menjadi orang lain.

Ketika di dunia nyata, kita mengenal etika, aturan dan juga peradaban untuk bisa bersosialisasi dengan orang lain. Seperti itu pula kalau kita gaul di media sosial dan dunia maya, pada umumnya. Warganet akan mengenal kita dari apa yang kita kicaukan.

Orang bisa saling menghujat, saling membenci orang lain hanya berdasarkan apa yang ia posting padahal belum pernah bertemu sama sekali di dunia nyata. Orang bisa dengan mudah membully secara berjamaah ketika terjadi kehebohan di dunia maya. Ada gank yang pro, dan ada pula yang kontra. Masing-masing saling mencari pembenaran diri.

Ah, dahsyatnya dunia maya!

Seperti pepatah bilang, mulutmu harimaumu. Itu benar. Kalau mau aman sih, selalu jaga perilaku sikap dan lisan kita saat gaul di media sosial. Ada beberapa batasan yang boleh kita lakukan dan ada juga beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan.

Apa saja?

5 Do’s bergaul di media sosial

7 Selebgram Indonesia dengan Follower Terbanyak yang Bisa Menjadi Sumber Inspirasi

1.Membangun personal branding yang positif

Bangunlah image yang positif berdasarkan keahlian yang kamu punya, terutama jika kamu kepingin menjadi selebgram. Kamu bisa menjadi pribadi yang sesuai dengan passion-mu.

Misalnya, kamu suka memotret dan suka memasak. Gabungkan saja keduanya menjadi food instagrammer. Atau misalnya, kamu punya keahlian menulis, kamu bisa membuat komunitas kepenulisan di Instagram.

Saling sharing and networking. Lama-lama bisa jadi influencer, diundang jadi narasumber seminar-seminar atau event-event. Keren kan?

2. Menyalurkan passion

Kamu punya hobi?

Tekuni! Berdasarkan riset, orang yang mempunyai hobi akan menemukan kebahagiaan dan jarang mengalami kesepian lo!

Dan, dengan membagikan seluk-beluk hobimu itu, kamu pasti akan bisa menginspirasi orang lain yang mungkin punya minat yang sama untuk ikut menekuni hobi sepertimu.

3. Membagi hal yang bermanfaat

Banyak hal bermanfaat yang bisa kita sharing, Stilovers. Misalnya cerita-cerita kamu pergi berlibur, atau sedang menekuni hobi tadi. Atau, buat para bunda, bisa berbagi info seputar pengasuhan anak juga.

Dengan membagi di dunia maya, orang lain bisa tambah pengetahuan lo, seperti kita. Asyik kan?

4. Jaga eksistensi

Manusia hidup di dunia ini tentu ada tujuannya. Salah satunya supaya dianggap ada.

Kita bisa menjaga eksistensi kita dengan bergaul di dunia nyata yang kemudian kita upload di media sosial. Ketika kamu ikut kegiatan kerja bakti di kampung misalnya, bisa difoto dan diupload deh.

Hal seperti ini memberi sinyal, bahwa kita adalah makhluk sosial, yang siap berinteraksi secara baik dengan siapa pun.

5. Mendapatkan Penghasilan

Hari gini, siapa yang menolak rezeki? Apalagi jika rezeki itu halal, murni dari keringat sendiri.

Seorang influencer bisa mendapatkan penghasilan karena diajak kerja sama oleh brand untuk mempromosikan produknya. Udah ngerjainnya seneng, berdasarkan hobi dan passion, dibayar pula.

Itu namanya bonus!

Yes, banyak profesi baru yang muncul di era digital ini ya. Salah satunya adalah yang sudah disebut sejak di atas tadi, menjadi influencer.

Influencer adalah profesi untuk memengaruhi orang lain di media sosial. Bisa dengan mempromosikan produk dari brand dan mempengaruhi followernya untuk beli. Atau bisa juga influencer ini mereview produk, lalu posting foto produk itu di Instagram.

5 Dont’s bergaul di media sosial

Gaul di Media Sosial, Terutama Jika Kamu Ingin Jadi Seleb

1.Membuka aib

Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Kita semua punya aib.

Aib tidak untuk disebarkan. Baik aib diri sendiri maupun aib orang lain. Tak perlu diumbar, apalagi sampai membuka aib orang lain demi sesuatu bernama sensasi.

Big no no ya, Stilovers!

Simpanlah yang buruk-buruk untuk diri sendiri.

2. Cyber war

Berbeda pendapat itu biasa. Namanya juga manusia, terdiri atas kepala yang berbeda pun kepribadian yang berbeda juga.

Adalah sah-sah saja kalau kita ingin mengungkapkan pendapat yang berbeda dengan orang lain. Tapi, nggak perlu ngegas kok mengungkapkannya. Apalagi di media sosial.

Apalagi sampai war–perang, adu argumen, yang akhirnya malah jadi tontonan orang banyak. Aduh!

Mendingan waktunya buat me time atau piknik daripada meladeni perdebatan tiada akhir dengan teman di dunia maya, nggak kenal pula. Menguras energi banget.

Ingat saja, berbeda itu bagus. Kalau semua orang sama, mana asyiknya?

3. Share negative things

Seringkah kamu melihat sesuatu di media sosial, lalu merasa marah, sedih, atau pengin nyinyirin sebegitu rupa?

Perasaan itu wajar saja sih. Tapi ada baiknya, emosi negatif seperti ini enggak perlu terlalu diumbar juga di media sosial.

Berhenti di kamu, Stilovers! Jangan ikut menyebarkan sesuatu yang bisa menimbulkan emosi negatif pada orang lain–yaitu follower kamu dan juga teman-teman kamu.

Only share positivity and happiness!

4. Menjadi haters

Misalnya nih, kamu benci dengan seorang selebriti kemudian kepoin beritanya di media sosial.

Setiap ada update-nya, kamu pun memberikan komentar yang isinya mencaci maki, mengritik habis-habisan dan mempermalukannya di media sosial.

Dengan begini, untungnya apa sih? Kepuasan? Salah apa selebriti itu sama kamu, Stilovers? Hati-hati! Cacian kita di media sosial bisa jadi barang bukti pidana lo! Kamu nggak mau kan kena musibah hanya karena meluapkan emosi sesaat?

So, think before posting!

5. Menyebarkan hoaks

Sering nggak kejadian, Stilovers? Tiba-tiba emosi meledak saat membaca berita dari media online tentang suatu hal yang menghina suku, agama atau ras kita? Atau berita yang menjelekkan capres pilihan kita saat pemilu kemarin?

Biasanya karena emosi yang menguasai, kita langsung share berita itu tanpa melihat sumber beritanya dengan jelas. Padahal bisa saja berita itu sengaja dibuat untuk memprovokasi kita kan, dan kita terpancing!

Rugi sendiri deh!

Ada baiknya, kita selalu check and recheck dulu jika ingin share berita apa pun itu.

Nah, sudah tahu kan, hal apa saja yang sebaiknya dilakukan dan tidak perlu dilakukan di media sosial?

Be smart!

How to Win Instagram
How to Win Instagram – Tim Stiletto Book

Kamu bisa belajar lebih banyak mengenai trik bermedia sosial–main Instagram, khususnya–di buku How To Win Instagram ini, Stilovers!

Yuk, baca bukunya, terapkan tip dan triknya, dan jadilah influencer di media sosial in a positive way!

Your Thoughts