Punya Anak Pemberani Tak Kenal Takut, 6 Hal Ini Harus Diperhatikan Benar

Categories: Artikel, Parenting
No Comments

Punya anak pemberani pastinya membanggakan ya, Bunda. Jaga agar keberaniannya tetap aman bagi dirinya.

Jika balita Bunda pemberani, berarti ia adalah seorang pembelajar sejati tanpa terbatas halangan apa pun. Keberaniannya tumbuh karena Bunda ataupun mereka yang mengasuh tak pernah menakut-nakutinya. Di usia emasnya, memang sudah seharusnya si kecil nggak dibelenggu oleh rasa takut.

Namun, rasa ingin tahu si anak pemberani terhadap berbagai hal, termasuk pada binatang dan orang asing, ini kadang bikin kita khawatir juga ya. Kita takut ia digigit binatang berbisa, misalnya, atau diculik orang karena terlalu ramah adalah beberapa kekhawatiran yang rasanya wajar juga kita rasakan. Ditambah lagi kenyataan, bahwa si kecil memang belum paham bahaya yang bisa ia alami.

Daripada terus-terusan khawatir, adalah penting bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk hal-hal berbahaya yang mungkin dilakukan oleh si kecil, si anak pemberani. Namun, tetaplah untuk tidak menakut-nakutinya, melainkan ajarkan sebab-akibat, dan tunjukkan bahayanya.

Kalaupun misalnya, ia jatuh dan sakit, tetap penting baginya untuk paham bahwa ia harus lebih berhati-hati.

Jaga si anak pemberani agar tetap aman, terutama saat ia ….

Para Bunda Bekerja Mampu Memberikan 7 Nilai Ini pada Anak-Anak Mereka

1. Nyelonong ke tempat berbahaya

Biasanya, yang berbahaya memang akan menarik perhatian mereka. Betul enggak, Bunda?

Kolam renang, misalnya. Pada dasarnya, air memang sudah menjadi habitat anak. Nggak heran kalau si anak pemberani ini selalu pengin nyemplung ke kolam. Tapi, Bunda harus waspada, karena kecelakaan tenggelamnya anak akibat kelalaian orang tua berada di 10 teratas penyebab kematian balita di Amerika Serikat lo.

So, selalu kawal si kecil di mana pun, termasuk lokasi yang memiliki kolam renang dan di area sekitarnya—apalagi kalau kolamnya dalam. Kalau Bunda punya kolam renang pribadi, tutup akses menuju kolam renang dan gunakan pagar berkunci.

Kalau si kecil sedang playdate ke rumah teman yang punya kolam renang, jangan lepaskan pandangan dan penjagaan dari si kecil ya.

2. Naik tangga

Saat si kecil sudah mantap berjalan, sasaran berikutnya adalah naik tangga. Duh, ini juga biasanya menjadi kewaspadaan para orang tua nih.

Tapi, Bunda, alih-alih melarangnya mengikuti hasrat untuk naik tangga, sebaiknya Bunda justru menyemangatinya untuk mendaki lebih tinggi. Saat ini, ia sadar akan adanya dimensi tinggi-rendah dan naik tangga menjadi obsesinya untuk mencapai tempat yang lebih tinggi.

Bunda tak perlu memeganginya terus menerus. Berikan kepercayaan padanya untuk berusaha sendiri menapakkan kaki ke tempat yang lebih tinggi. Arahkan si anak pemberani ini agar berpegangan pada pagar di sisi tangga. Bunda hanya perlu memosisikan diri tepat di belakangnya dan selalu waspada.

Ingat ya, Bunda. Jangan pernah tinggalkan anak seorang diri di tangga.

View this post on Instagram

Kemandirian dan kedisiplinan merupakan dua hal yang menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab seorang anak. Kedua hal ini merupakan kunci pembuka bagi si kecil dalam mempelajari hal-hal di sekitarnya, sekaligus berinteraksi dalam lingkungan. Buku ini membahas penanaman kemandirian dan disiplin si kecil secara lengkap dan bertahap: 👦 Memahami target perkembangan anak usia dini. 👦 Memahami kebutuhan sosial dan emosi si kecil. 👦 Macam-macam kemandirian anak usia dini dan cara menumbuhkannya. 👦 Tip dan trik menumbuhkan kedisiplinan si kecil. 👦 Mempersiapkan rumah yang ramah. 👦 Berbagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk menumbuhkan kemandirian dan disiplin si kecil. . Jadi, yuk, Moms, kita tumbuhkan kemandirian dan disiplin si kecil sejak dini dengan cara-cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah. . #MenumbuhkanKemandirianAnak ~ @eugeniarakhma . Dapatkan buku ini di toko buku terdekat (Gramedia, Togamas, Karisma) atau pesan melalui @stiletto_book dan dapatkan diskon 25%. Bisa juga dibeli di marketplace besar, seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee. Juga tersedia versi ebook-nya yang bisa didapatkan di Google Play Book dan Scoop. . . . #StilettoBook #penerbitbukuperempuan #bukuparenting #parenting #kemandiriananak #anakmandiri #tipparenting #bukunonfiksi #nonfiksi #booklover #bookworm #bookaddict #bibliophile

A post shared by Penerbit STILETTO Book (@stiletto_book) on

3. Main perosotan

Bunda juga nggak perlu khawatir berlebihan ketika si anak pemberani ini senang main perosotan. Tapi kadang mereka nggak peduli juga dengan ukuran perosotannya.

Kalau perosotan tersebut ukurannya nggak sesuai untuk si kecil, maka Bunda perlu menjaganya. Sebab, panjangnya slider yang harus dilewati anak bisa membuatnya kehilangan keseimbangan. Bisa saja si kecil mendarat dengan punggung atau bahkan kepala lebih dulu.

Tetap hati-hati ya.

4. Mengenali serangga

Serangga mengenalkan banyak hal. Ketika si anak pemberani ini nggak takut terhadap serangga, manfaatkan momen ini untuk mengenalkan nama-nama serangga, manfaatnya bagi lingkungan sambil mengenalkan warna.

Jangan halangi ia bermain dengan serangga. Namun, usahakan agar ia tidak menyakiti atau sampai membunuh serangga tersebut.

Kalau ada serangga berbahaya, seperti lebah, ulat bulu, lipan atau kalajengking, jelaskan bahayanya kalau sampai ia tersengat. Mintalah untuk tidak menyentuh atau memegangnya.

Tindakan preventif lain yang bisa Bunda lakukan adalah mengoleskan minyak atau lotion antiserangga pada tubuhnya. Jika ia digigit serangga, maka obati dengan segera. Sebagai anak yang tinggal di daerah tropis, setidaknya si kecil memang perlu merasakan gigitan serangga, meski jangan sampai membahayakannya.

5. Diam-diam kabur

Anak seusia balita begini mudah tertarik dengan apa pun. Kalau si kecil seperti itu, Bunda harus ekstra ketat mengawasinya, dan jangan biarkan ia hilang dari pandangan sedetik pun terutama di tempat ramai.

Selalu pegangi ia ketika berjalan-jalan ke mal atau di tempat umum lainnya.

Untuk urusan seperti ini, Bunda nggak boleh memberikannya keleluasaan untuk pergi jauh dari jangkauan, karena begitu Bunda lengah maka bahaya akan mengintai si anak pemberani kesayangan Bunda ini.

Punya Anak Pemberani Tak Kenal Takut, 6 Hal Ini Harus Diperhatikan Benar

6. Ramah pada semua orang

Buah hati Bunda tentunya memiliki keterampilan bersosialisasi yang baik, sehingga ia tidak takut pada orang asing. Anak yang senang menyapa orang asing biasanya datang dari keluarga yang hangat.

Yah, sekadar menyapa sih nggak apa-apa, ini menunjukkan bahwa ia adalah anak yang ramah. Namun, berhati-hatilah jika si kecil sampai menggelendot apalagi mau mencium orang yang baru dikenalnya. Selain berisiko tertular penyakit, ia juga bisa mengganggu orang lain. Alihkan perhatian balita Bunda jika sudah sampai terjadi kontak fisik, atau ajaklah ke tempat lain.

Jelaskan pada si kecil bahwa ia tidak boleh memegang atau menyentuh orang yang baru saja ia kenal.

Bunda, adalah kewajiban kita untuk selalu mendampingi dan mengarahkan si kecil saat ia masih dalam tahap belajar untuk hidup. Lengkapi pengetahuan Bunda dengan berbagai tip aplikatif parenting, agar dapat mendidik anak dengan lebih terarah.

Menumbuhkan Kemandirian Anak
Menumbuhkan Kemandirian Anak – Eugenia Rakhma

Salah satu sumber ilmu parenting yang oke adalah buku Menumbuhkan Kemandirian Anak, yang ditulis oleh Eugenia Rakhma–seorang pengajar di sekolah pendidikan anak usia dini yang sangat berkompeten.

Dalam buku ini, ada berbagai bahasan penanaman kemandirian dan disiplin si kecil secara lengkap dan bertahap, mulai dari memahami target perkembangan anak usia dini hingga berbagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk menumbuhkan kemandirian dan disiplin si kecil.

Dapatkan buku Menumbuhkan Kemandirian Anak di marketplace terkemuka: Tokopedia dan Shopee. Atau langsung pesan ke Stiletto Book melalui WhatsApp untuk mendapatkan diskon istimewa.

Your Thoughts