Tip Menulis Outline Agar Naskahmu Dilirik Penerbit

Categories: Tip Menulis
No Comments

Stilovers, apakah kalian pengin menulis buku namun tidak tahu harus memulai dari mana? Nah, kalian membaca tulisan yang pas banget nih, karena Stiletto akan memberikan salah satu tip untuk memulai naskah kalian. Yaitu tip menulis outline.

Apa sih outline itu?

Menarik Perhatian Editor Penerbit di 30 Halaman Pertama

Kalau dalam bahasa Indonesianya, outline disebut juga sebagai kerangka karangan. Biasanya outline ini berisi mengenai pokok-pokok bahasan yang berhubungan dengan tema tulisan tersebut yang nantinya bisa dikembangkan menjadi naskah utuh, seperti naskah buku, jurnal, atau tulisan ilmiah.

Kenyataannya, banyak yang bingung mengenai apa saja yang harus ditulis di dalam outline sebuah buku. Nah, kali ini Stiletto Book akan memberi kamu tip menulis outline yang baik dan dapat menarik perhatian penerbit buku.

Outline sendiri memiliki 2 fungsi, yakni fungsi untuk penulis dan fungsi untuk pembaca (dalam hal ini pihak penerbit).

Untuk pembaca, outline berfungsi sebagai gambaran tentang apa saja yang akan dituliskan dalam sebuah naskah buku nantinya, sehingga pihak penerbit bisa menilai apakah naskah tersebut layak terbit atau tidak.

Lalu bagi penulis, outline memiliki fungsi untuk menjadi panduan agar lebih mudah ketika harus menulis naskah utuhnya nanti, karena dari awal sudah ditentukan mengenai hal apa saja yang akan dibahas, sehingga tinggal mengembangkan ide tersebut menjadi paragraf dan naskah.

Tidak sedikit orang yang kesulitan ataupun bingung untuk membuat outline, nah, di sini Stiletto akan menjelaskan bagaimana tip untuk menyusun outline kalian agar dilirik oleh penerbit. Simak sampai selesai ya, supaya nanti naskahmu bisa lolos dan diterbitkan (oleh Stiletto Book, salah satunya).

5 Tip Menulis Outline

1. Pastikan outlinemu memiliki penjelasan mengenai poin-poin yang akan dibahas dalam naskah

Isi pokok dari outline sendiri adalah poin-poin utama yang akan dibahas dalam sebuah naskah, yang jika dirangkai akan menjadi kerangka karangan.

Kamu bisa menuliskan poin-poin bahasan tersebut dalam bentuk yang sistematis, artinya adalah runtut dari bahasan yang sifatnya umum ke bahasan yang sifatnya khusus. Kamu juga bisa menatanya seperti sebuah daftar isi atau daftar poin yang akan dibahas dengan sedikit penjelasan di tiap poinnya.

2. Buat kategorisasi berupa bab yang memuat poin bahasan

Apa, sih, yang dimaksud dengan kategorisasi poin bahasan?

Maksudnya adalah, ketika menulis outline, kamu harus menentukan apa saja topik yang akan dibahas di setiap bab.

Misalnya kamu memiliki naskah dengan tema parenting, maka kategorisasinya adalah bab 1 membahas mengenai parenting secara umum, lalu bab 2 dan selanjutnya membahas mengenai parenting secara khusus sesuai dengan bahasan yang ingin diangkat.

Pada setiap bab ini, tulis juga subbab dan penjelasan secara singkat isi dalam bab dan subbab tersebut.

3. Manfaatkan 5W+1H sebagai pedoman.

Kamu masih bingung tentang apa saja hal-hal dasar apa saja yang harus disebutkan saat menulis outline?

Nah, kalau kamu bingung, kamu bisa memanfaatkan rumus andalan dalam menulis naskah, yaitu 5W+1H.

Outline kamu harus banget berisi informasi krusial seperti apa (what), kapan (when), di mana (where), siapa (who), mengapa (why), dan bagaimana (how). Dengan memakai rumus pemungkas ini, kamu bisa mengembangkan outline naskah bukumu dengan bebas dan seluas-luasnya menjadi sebuah naskah.

Tip Menulis Outline Agar Naskahmu Dilirik Penerbit

4. Jelaskan secara singkat, padat, namun berisi dan jelas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, outline merupakan sebuah kerangka karangan yang isinya adalah versi singkat dari naskah yang terdiri dari beberapa poin penting dan ide utama naskah tersebut.

Outline di sini harus ditulis secara singkat dan padat, yang artinya meskipun tidak dalam bentuk tulisan yang panjang, namun ia harus bisa merangkum semua hal penting yang akan kamu tulis dalam naskahmu nanti.

5. Tonjolkan keunikan atau hal yang menarik dari naskahmu

Hal lain yang jangan sampai lupa kamu cantumkan saat menulis outline adalah keunikan atau hal yang menarik dari naskahmu.

Sebenarnya, ini bukanlah poin yang krusial dalam menulis outline, sifatnya hanya sebagai tambahan saja. Namun informasi tambahan mengenai keunikan naskah ini patut kalian tuliskan apabila kalian ingin naskah tersebut lebih berkesempatan untuk dilirik oleh penerbit.

7 Tempat Menulis Favorit Para Penulis Kreatif

Nah, itu dia beberapa tip mengenai bagaimana cara menulis outline dan apa saja informasi penting serta informasi tambahan yang harus ada di dalam outline naskah buku kalian.

Satu catatan penting yang ingin Stiletto sampaikan di sini adalah, outline merupakan gambaran singkat dari isi sebuah naskah. Selain itu outline juga merupakan sebuah draf di mana penerbit bisa menilai apakah naskah tersebut layak terbit sebagai sebuah buku atau tidak.

So, usahakanlah outline kalian bagus, rapi, terstruktur, singkat, padat, dan jelas, sehingga penerbit terkesan dan mau menerbitkannya sebagai buku.

Siap untuk mengirimkan naskah bukumu untuk diterbitkan Stiletto Book? Baca dengan saksama ketentuan kirim naskahnya, dan penuhi semua syaratnya ya. Jangan sampai ada yang ketinggalan.

Jangan lupa juga follow Instagram Stiletto Book, supaya kamu enggak ketinggalan info jika sewaktu-waktu Stiletto berburu naskah lagi.

Good luck!

Salam,
Inas
Editor Akuisisi Stiletto Book

Your Thoughts