Resensi Buku: How to Win Instagram

Categories: Resensi Buku
No Comments

Judul buku: How to Win Instagram
Penulis: Tim Stiletto Book & Ranny Afandi
Penerbit: Stiletto Book
Tahun terbit: Oktober 2019
Tebal: 110 halaman

How to Win Instagram

Kehadiran Instagram dalam perkembangan teknologi dewasa ini menarik perhatian banyak orang. Sebagian besar pengguna internet di dunia bahkan mengakses Instagram baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis.

Klaim tersebut dibuktikan dengan adanya paparan data menurut Omnicore, digital marketing agency di Amerika Serikat, yang dapat ditemukan dalam pembuka buku How To Win Instagram.

Dikatakan pula dalam buku ini, bahwa media sosial Instagram menjadi kebutuhan primer yang dapat memampukan kita melakukan apa pun. Mulai dari membuat konten untuk pekerjaan, menyebarkan tulisan, foto, dan lain sebagainya. Bahkan kecanggihan fitur yang dimiliki Instagram akhirnya melahirkan profesi baru, apalagi kalau bukan selebgram. 

Berdasarkan fenomena tersebut, buku How to Win Instagram ini pun hadir untuk menjelaskan alasan dibalik kepopuleran Instagram, aturan bermain Instagram, kategori influencer yang bisa ditiru, berbagai Instagram hacks, hingga tips dari selebgram populer di Indonesia yang bisa dijadikan inspirasi.

Bagian-bagian buku How To Win Instagram

How to Win Instagram

Instagram Overview

Dibuka dengan sub judul Instagram Overview, tim Stiletto Book mengajak kita untuk mengetahui alasan-alasan mengapa Instagram sangat diminati. Selain itu, dipaparkan pula aturan main Instagram seperti, memahami algoritme (post exposure), batasan dukungan, engagement, caption, serta shadow ban

Sama seperti koin yang memiliki dua sisi, Instagram pun juga tidak melulu berisi hal yang positif. Kalau tidak berhati-hati dalam membuat konten, Instagram kita pun bisa mendapat shadow ban. Aapa itu? Segala hal tentang shadow ban dikupas tuntas dalam bab awal buku ini.

Be an Influencer

Setelah mengetahui permukaan Instagram, buku How to Win Instagram ini mengajak kita naik level menuju cara menjadi influencer. Seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup, influencer tak hanya berasal dari kalangan artis. Untuk itu, banyak yang kemudian mencita-citakan profesi ini. 

Pada bab ini, tim Stiletto Book mengategorikan influencer menjadi 4: micro, power middle, macro, dan nano influencer yang masing-masing dibedakan oleh jumlah follower dan efek yang mungkin dihasilkan.

Bab ini juga membahas cara menjadi influencer, mulai dari memilih niche, membuat profil di kolom bio, menyusun daftar konten, membuat caption menarik, menyusun feed, hingga memilih tagar yang tepat.

Instagram Hacks

Beranjak dari bab sebelumnya, bab Instagram Hacks secara lebih rinci membahas tentang cara memaksimalkan fitur dari feed, Instagram Story dan Highlight, serta serba-serbi engagement dan monetization.

Tak hanya mencakup teknik dan perencanaan, berbagai sub bab pada bagian buku How to Win Instagram ini akan membuat pembaca seolah merenungkan kembali langkah yang pernah dilakukan. Sehingga seusai membaca, pembaca akan tertarik untuk segera mempraktikkan teknik yang dibagikan.

Life as an Influencer

Pada bab ini, tim Stiletto Book menghadirkan kisah dari 5 selebgram Indonesia diceritakan mulai dari awal karier hingga saat ini masih aktif sebagai influencer. 

Influencer tersebut ialah Ariana Octavia dengan niche home decor, Ayudhya Ghita dengan niche parenting, Janine Intansari dengan niche kecantikan, Olivia Lazuardy dengan niche fashion, dan Susan Emir dengan niche entrepreneur dan home decor.

Melengkapi profil kesuksesan yang sangat menginspirasi, para influencer menambahkan beberapa tip untuk orang yang hendak mulai membangun karier sebagai influencer atau selebgram. 

Maintain your Existence

Sebagai penutup, bab ini membahas tip menjaga konsistensi dan meluaskan jaringan. Salah satunya adalah sering melakukan interaksi di Instagram.

Tak lupa, bagian ini mengingatkan kita untuk menjadi influencer yang bertanggung jawab. Memang tak ada peraturan tertulis terkait tanggung jawab seorang influencer, tetapi sudah sepatutnya kita menyadari etika soal pantas dan tidaknya suatu konten dipublikasikan.

Jangan sampai, demi mendapat banyak follower dan menjadi influencer, kita malah melupakan etika dan menghalalkan apa pun.

Kelebihan dan Kekurangan Buku How to Win Instagram

How to Win Instagram

Kelebihan buku How to Win Instagram ini adalah cover dan desain isinya yang menarik. Halaman dipenuhi warna-warna terang sehingga membuat mata pembaca tidak bosan. Bagian-bagian penting juga ditandai sehingga tidak membuat mata luput membacanya.

Selain itu, bahasa yang digunakan sangat santai dan mengalir, sesuai dengan gaya bicara milenial. Meski begitu, pesan yang hendak disampaikan tidak berkurang.

Sedangkan kekurangan buku How to Win Instagram, menurut saya, adalah tidak tersedianya worksheet yang bisa digunakan oleh para pembaca. Worksheet yang bisa menjadi panduan pembaca yang ingin mempraktikkan trik dalam buku ini justru tidak ada, sehingga terasa kurang lengkap.

Kesimpulan

How to Win Instagram

Secara kesuluruhan, How to Win Instagram merupakan buku yang sangat membantu para pemula yang ingin menjadi influencer. Inspirasi yang dituliskan dalam buku ini sangat mudah dipraktekkan sehingga pembaca bisa memahami seluk-beluk media sosial Instagram. (Dona)

PS. Kamu juga ingin resensi bukumu dimuat di web Stiletto Book? Upload resensi buku-buku terbaru Stiletto Book di Instagram, Facebook, ataupun Twitter, dan mention Stiletto Book. Resensi buku terpilih akan dimuat di web Stiletto Book ini.

Your Thoughts