Para Bunda Bekerja Mampu Memberikan 7 Nilai Ini pada Anak-Anak Mereka yang Masih Balita

Categories: Artikel
No Comments

Survey Unleashing Women’s Leaderships in Indonesia oleh McKinsey & Company tahun 2012 menunjukkan, bahwa hanya 5% perempuan bekerja yang menduduki posisi tertinggi sebuah perusahaan, termasuk di dalamnya adalah para bunda bekerja.

Hal ini terjadi karena banyak perempuan yang mengubah rencana karier mereka setelah memiliki anak. Sebanyak 72% responden mengaku mengesampingkan karier mereka dengan alasan ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga.

Sayang banget ya? Padahal ada banyak sekali nilai yang bisa dipelajari oleh anak-anak kita–bahkan yang masih balita dan bayi sekalipun–dari kita, para bunda bekerja. Apa saja?

Kenapa Bunda Harus Bekerja

7 Nilai yang bisa dipelajari dari peran bunda bekerja oleh balita

1. Saling membantu

Bunda bekerja memperoleh penghasilan setiap bulan. Dan, tentunya anak-anak tahu tentang hal ini kan ya? Bunda bekerja untuk membantu keuangan agar lebih cepat mewujudkan cita-cita keluarga.

Jelaskan pada mereka, misalnya dengan berkata, “Kali ini Bunda yang akan membelikan buku buat Adek. Lain kali Ayah yang akan membelikan.”

Dengan cara ini, anak akan tahu bahwa Bunda ikut berperan dalam ekonomi keluarga. Anak pun akan belajar bahwa perilaku saling membantu akan membuahkan kebahagiaan.

2. Menghargai waktu

Bunda bekerja boleh tak punya banyak waktu untuk bersama anak, namun, jika waktu yang sedikit tersisa bisa dimanfaatkan dengan maksimal, pengaruhnya sangat besar lo.

Maka, jika terpaksa mengerjakan pekerjaan di rumah, mintalah waktu satu dua jam untuk menyelesaikannya. Setelah selesai, penuhi janji dengan fokus menghabiskan waktu bersama anak-anak.

Cara ini akan mengenalkan konsep waktu pada si kecil. Misalnya, “Nanti kalau jarum jam sudah menunjuk ke angka 7, Bunda akan sudah selesai bekerja, lalu kita main ya. Sampai waktunya makan malam nanti.”

Ajak si kecil menaati waktu mandi, makan dan tidur agar ia bisa dan biasa melakukan banyak hal, seperti sekolah, ikut berbelanja dan bermain lebih lama.

3. Belajar mandiri

Menumbuhkan Kemandirian Anak
Buku Menumbuhkan Kemandirian Anak, buku yang tepat jadi teman bunda bekerja untuk mendidik kemandirian si kecil.

Pernah dengar, anak yang ditinggal oleh bunda bekerja akan lebih mandiri? Well, ini nggak terjadi begitu saja sih.

Orang tua perlu mengajarkan pada si kecil agar mampu mengerjakan tugas sederhana sejak dini, minimal untuk memenuhi keperluannya sendiri.

Sejak si kecil berusia 18 bulan, misalnya, mulailah untuk potty training. Ketika Bunda pergi bekerja, si pengasuh di rumah atau di daycare dapat membantu memastikan latihan potty-nya tetap berjalan seperti biasa. Begitu juga saat Bunda melatihnya untuk memakai baju sendiri, memakai sepatu sendiri atau mandi sendiri.

4. Multi-tasking

Dalam keseharian, seorang bunda bekerja sering kali mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, dan namanya anak-anak, biasanya sih ya suka meniru bukan? Maka, ia pun ikut-ikutan sibuk, katanya sih mau bantuin (meski lebih banyak ngeriweuhin sih. 😀 )

Namun, inilah kesempatan bagi Bunda untuk mulai mengajarkan beberapa tugas rumah tangga sederhana padanya. Misalnya, berilah tugas membuang sampah, membereskan mainannya sendiri, melipat bajunya sendiri atau menata sepatunya di rak sepatu.

Tapi, jangan lupa juga mengajarkan, bahwa ada beberapa hal yang nggak boleh dilakukan bersamaan, misalnya saat makan.

5. Disiplin

Si kecil adalah produk dari rutinitas. Jadwal bunda bekerja yang teratur menjadikan si kecil jadi mudah untuk mengikuti ritme tetap. Bunda akan lebih mudah membuatnya taat pada jadwal, seperti jam berapa mesti bangun pagi, sarapan, dan jam berapa mesti mandi.

Dari segi kesehatan, pola hidup teratur seperti ini akan lebih bagus bagi tumbuh kembang si kecil.. Saat Bunda pergi bekerja, pastikan pengasuhnya sudah hafal dengan jadwal si kecil ya.

6. Tanggung jawab

Bunda bekerja bisa menunjukkan kepada anak, bagaimana menyelesaikan tanggung jawab dalam mengerjakan sesuatu. Hal ini penting banget lo, terutama kalau ia nanti sudah masuk sekolah.

Kalau Bunda lagi sibuk lantaran ada PR kantor yang harus dikerjakan di rumah, ajaklah si kecil duduk dekat Bunda. Beri ia buku mewarnai dan krayon kesayangannya. Katakan padanya, untuk mengerjakan PR bersama.

Latihan seperti ini akan membantu anak mengasah kemampuan konsentrasi dan fokusnya. Bunda pun akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, sekalian menghabiskan waktu bareng di kecil kan?

7. Kemampuan berinteraksi

Pernah nggak lihat video Youtube tetang seorang anak usia 3 tahun yang pintar bernegosiasi dengan ibunya demi mendapatkan tambahan cupcake? Hihihi. Gemesin deh!

Yes, balita juga perlu berlatih cara berkomunikasi dengan melihat dan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Maka, mulailah memperhatikan topik yang pantas dibicarakan di depan si kecil, perhatikan intonasi serta pemilihan kata Bunda saat sedang berbicara dengan orang lain.

Bunda juga bisa melibatkan Ayah, Nenek, Kakek, dan keluarga lainnya serta pengasuhnya untuk memperlihatkan bagaimana sikap yang baik saat bercakap-cakap, bertanya, meminta sesuatu dan berterima kasih.

Nah, banyak kan hal yang bisa dipelajari oleh si kecil dari para bunda bekerja? So, bebaskan rasa bersalah Bunda, dan mulailah fokus untuk kebaikan keluarga, dan juga diri Bunda sendiri.

Lengkapi hari-hari bekerja dan berkeluarga Bunda dengan membaca buku Kenapa Bunda Harus Bekerja, karya Santy Dwi Kristina. Dalam buku ini, banyak sekali tip dan refleksi penting mengenai perjalanan seorang bunda bekerja. Pastinya, bersama buku ini, Bunda tak akan merasa sendirian lagi, karena banyak bunda bekerja di luar sana merasakan hal yang sama dengan Bunda.

Follow juga akun Instagram Stiletto Book, untuk berbagai update buku-buku terbaru dan juga tip-tip bermanfaat lainnya.

Semangat ya, Bun!

Your Thoughts