5 Cara Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Categories: Artikel, Parenting
No Comments

Stimulasi dari kata stimulus yang artinya adalah rangsangan atau dorongan. Sedangkan menstimulus memiliki arti merangsang atau mendorong. Stimulasi merupakan salah satu cara untuk mendorong tumbuh kembang anak agar dapat optimal. Tujuan utama stimulasi adalah tercapainya perkembangan si kecil sesuai dengan usianya.

Nah, pendampingan orang tua serta keluarga pada anak sejak usia dini memiliki pengaruh penting dalam membangun sikap serta mental kemandirian pada anak. Ingat, secara nonformal sebelum anak memasuki bangku sekolah, maka pendidikan dan perkembangan karakter anak menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya.

Keluarga menjadi ujung tombak pertama yang akan selalu mengamati setiap perkembangan anak sejak dalam kandungan. Hal ini dikarenakan pada masa usia dini (0-6 tahun), fokus pendidikan anak masih pada penumbuhan dan pembentukan karakter.

Pada masa-masa awal menjadi ibu, pernah nggak sih sering merasa bingung apa yang dapat dilakukan untuk memberikan pendidikan di rumah bagi si kecil? Well, biasanya perasaan ini muncul karena kita merasa kurang cukup ilmu untuk memberikan pendidikan pada anak usia dini.

Tapi tenang, karena sebenarnya selalu ada buku yang bisa dijadikan sumber ilmu parenting–termasuk dalam menstimulasi tumbuh kembang anak.

Menumbuhkan Kemandirian Anak

Salah satunya adalah buku Menumbuhkan Kemandirian Anak yang ditulis oleh Eugenia Rakhma ini.

Nah, berikut ini ada beberapa tugas penting untuk orang tua atau keluarga agar dapat mendampingi tumbuh kembang anak.

5 Cara Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Membantu Perkembangan Otak Anak

Pada usia bayi orang tua bisa memberikan stimulus dengan cara memberikan alat bunyi-bunyian atau permainan yang memiliki warna terang untuk melatih perkembangan pada indera mata dan telinga.

Stimulus tersebut secara tidak langsung akan membantu anak untuk melatih dalam mengolah sinyal dari luar dengan otaknya.

Memperkenalkan Bahasa Pada Anak

Pengenalan bahasa yang dipakai sehari-hari akan mempermudah anak dalam belajar berbicara. Jangan mengajari bayi dengan berbagai bahasa, karena hal itu akan membuat anak menjadi bingung untuk menangkap kosakata yang benar dalam mengucapkan sesuatu.

Memberikan latihan berbicara, menambah kosakata, dan pengetahuan hingga usia 5 tahun akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Ketika anak diberi kebebasan untuk mempelajari lingkungan sekitar dan orang tua selalu memperbanyak kata dengan mengajak bicara serta menceritakan dongeng, akan menambah perbendaharaan kata pada anak.

Hal ini akan menguntungkan bagi anak terutama ketika mereka sudah memasuki usia sekolah. Anak akan tampil lebih percaya diri dan mudah untuk bergaul dengan teman-teman barunya karena tidak terkendala masalah kemampuan bicara.

Membangun Kemandirian Pada Anak

Kemandirian merupakan kolaborasi beberapa life skill yang sebaiknya dilatih pada anak sejak usia dini, secara bertahap, dan sesuai dengan pertumbuhan usia perkembangan kemampuan anak.

Dengan mengajarkan kemandirian pada anak secara bertahap sejak dini, mereka tidak pernah merasakan bahwa kemandirian sebagai sesuatu yang berat untuk dikuasai.

Pendidikan dari keluarga pada anak sejak usia dini memang memiliki peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Ketika anak sudah berusia 3 tahun, maka anak sudah bisa dilatih kemandirian untuk melakukan kegiatan sendiri seperti makan, memakai sepatu, memakai baju, mengambil mainan, memasukkan mainan ke dalam wadah dan sebagainya.

Dampingi si kecil saat ia melakukan kegiatan dalam proses pelatihannya menjadi mandiri. Kadang anak akan merasa malas atau merasa nggak mampu.

Jika anak mengalami kesulitan, selalu berikan motivasi, agar ia mau melakukan kegiatannya sampai tuntas. Kesabaran adalah kunci. Jangan terburu-buru mengambil alih apa yang sedang dilakukan si kecil.

Menggali Potensi Anak

Potensi adalah merupakan kecerdasan intrapersonal. Dengan kecerdasan intrapersonal ini, anak mampu mengendalikan diri, mengembangkan potensinya, dan mengenali dirinya sendiri.

Anak-anak kecil selalu ingin melakukan kegiatan yang ia senangi. Dari permainan serta tingkah laku sehari-hari, anak akan memperlihatkan minat dan kelebihannya secara spesifik.

Meskipun kemampuan di usia dini belum bisa dipakai sebagai tolak ukur keahlian anak di kemudian hari, namun dengan mendampingi anak untuk melakukan sesuatu yang ia senangi tentu saja akan menumbuhkan kekuatan mentalnya.

5 Tip Membangun Hubungan Orang Tua dengan Anak yang Dekat

Melatih Kecerdasan Interpersonal (Sosial)

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain. Karena itu, pada dasarnya kecerdasan ini terkait dengan emosi seseorang.

Selain orang tua bertugas untuk melatih kemandirian, mereka juga harus memberi bekal semangat pada anak untuk memiliki keberanian agar mampu bersosialisasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru.

Ketika anak tidak diajari untuk mengenal orang lain dengan baik, maka anak akan menjadi pribadi yang minder atau pemalu sehingga susah bergaul dengan teman-teman barunya. Oleh sebab itu, sebaiknya keluarga secara sabar dan telaten harus mengajari anak bagaimana memperkenalkan pada lingkungan sekitar seperti anak-anak di tetangga sebelah atau kelompok-kelompok bermain lainnya.

Nah, itu tadi beberapa tugas penting orang tua atau keluarga untuk mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Kasih sayang dan cinta dari orang tua akan sangat membantu tumbuh kembang anak. Mereka akan menangkap ungkapan cinta tersebut sebagai saluran energi dalam belajar mengenal lingkungan sekitar dan mengembangkan kecerdasan dan proses tumbuh kembangnya.

Ingat, kesabaran merupakan kunci dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Jauh-jauhkan pikiran negatif agar selama proses pendampingan stimulasi ke anak agar terasa ceria dan bahagia.

Jangan lupa follow akun Instagram Stiletto Book agar nggak ketinggalan update dan info buku terbaru.

Happy Parenting, Dear ! (Faiqotul Himma)

Your Thoughts