Menitipkan Anak pada Kakek dan Nenek? 3 Hal Besar ini Harus Diperhatikan Benar

Categories: Artikel, Parenting
No Comments

Ada saat memang di mana kita harus menitipkan anak pada kakek dan nenek, untuk menjaga anak, sementara kita ada keperluan yang penting, termasuk saat Bunda harus bekerja ke kantor.

Buat sebagian orang tua, pilihan menitipkan anak pada kakek dan nenek adalah pilihan yang paling tepat, baik rutin atau hanya saat seperlunya saja. Tentu saja jika ini dibandingkan dengan menitipkannya pada orang lain ataupun daycare ya, menurut kondisi masing-masing. Pertimbangannya apa? Ya, banyak, sangat bisa berbeda antara orang tua yang satu dengan yang lainnya.

Banyak ahli dan psikolog anak yang mengungkapkan, bahwa dengan menitipkan anak pada kakek dan nenek, si kecil justru bisa tumbuh menjadi sosok yang pemberani dan mudah bergaul.

Yah, meski kakek nenek hampir pasti bersedia kalau diminta bantuannya, tapi kan ya nggak berarti kita bisa seenaknya. Betul nggak, Bunda?

Nah, sebelum benar-benar menitipkan anak pada kakek dan nenek, Bunda harus meyakinkan dan memperhatikan beberapa hal berikut ini. Bahkan kalau bisa membahasnya lebih dulu, mulai menitipkan anak pada kakek dan nenek, supaya “acara” meninggalkan anak bersama mereka bisa lancar dan sukses.

Beberapa hal yang harus dibicarakan lebih dulu jika ingin menitipkan anak pada kakek dan nenek

3 Hal tentang Kecemasan Anak Berpisah dari Bunda yang Bekerja

1. Pola asuh

Beritahu Kakek dan Nenek mengenai bagaimana prinsip Bunda dalam mengasuh si kecil. Misalnya, Bunda nggak ingin anak disuapin sambil jalan-jalan, atau sejenisnya.

Sampaikan ini pada Kakek dan Nenek agar mereka juga melakukan serupa dengan yang biasa Bunda lakukan.

2. Rutinitas

Sampaikan informasi tentang kebiasaan anak, seperti jam tidur baik siang maupun malam, jam makannya, jenis makanan yang harus dihindari, dan lain-lain.

3. Kebiasaan anak

Hampir setiap anak mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang unik, misalnya ada anak yang kalau mau tidur minta digaruk punggungnya lebih dulu, atau harus makan dengan peranti khusus.

Sampaikan juga hal ini sedetail mungkin ya, Bunda.

4. Pola perilaku anak

Beda anak, beda kebiasaan, beda karakter, beda pula cara penanganannya.

Misalnya saja, ada anak yang kalau menangis bakalan nggak berhenti, kecuali dipeluk selama beberapa saat. Ada pula yang kalau menangis cuma sebentar. Semenit kemudian sudah main lagi dan lupa tadi sedihnya kenapa.

5. Boleh dan tidak boleh

Ini nih yang biasanya menjadi dilema bagi banyak orang tua yang pengin menitipkan anak pada kakek dan nenek.

Biasanya kakek dan nenek memang cenderung lebih sayang pada cucu ya, sehingga apa pun kemauan cucu sebisa mungkin akan diturutin. Yang biasanya nggak boleh permen, karena si cucu minta, ya jadinya dikasih permen. Yang biasanya hanya boleh minum air dingin saat udara panas, karena cucu minta, ya jadinya pagi-pagi hujan juga dibikinin es sirup.

Pasti pusing ya, Bunda, kalau sudah begini? Jadi pengin garuk-garuk tembok deh. Rusak sudah semua larangan. 🙂

Tapi, eits, nggak perlu ngomelin kakek dan nenek karena hal ini juga sih, Bunda. Di sinilah kita seharusnya berdiskusi dan bersepakat dengan Kakek dan Nenek. Tegaskan aturan-aturan dan batasan-batasan yang selama ini Bunda berlakukan pada anak-anak.

Meski pada orang tua sendiri, tapi kita juga nggak bisa, Bunda, asal minta, apalagi menyuruh. Tetap ada aturannya ya. Bukan aturan formal kok, tapi lebih ke sopan santun. Ya, namanya juga ke orang tua, ayah dan ibu kita sendiri lagi kan. Tetap harus sopan minta tolongnya.

Berikut beberapa hal terkait sopan santun untuk menitipkan anak pada kakek dan nenek

1. Tanyakan dulu

Sebelum mulai menitipkan anak pada kakek dan nenek, tanyakan dulu. Apakah Kakek dan Nenek ada acara di hari Bunda akan menitipkan si kecil. Atau bagaimana kondisi kesehatan mereka, apakah memungkinkan dititipi si kecil. Namanya anak kecil kan ya, aktif banget. Takutnya mereka nanti akan lelah luar biasa kalau kurang fit.

Jangan dipaksakan kalau kondisi mereka tak memungkinkan ya, Bunda.

Ini kalau Bunda mau menitipkan si kecil hanya di waktu-waktu tertentu. Tapi kalau Bunda berniat untuk menitipkan anak pada kakek dan nenek selama Bunda harus bekerja ke kantor, maka tentunya harus didiskusikan lebih panjang ya. Termasuk pada pukul berapa sampai pukul berapa, Bunda harus meninggalkan si kecil bersama mereka.

2. Beri tahu sebelumnya

Sebisa mungkin nggak mendadak ya, Bunda. Bisa jadi Kakek dan Nenek juga sudah punya rencana untuk melakukan kegiatan yang lain.

3. Pergunakan bahasa yang sopan

Jangan sekali-sekali terdengar menyuruh ya, Bunda. Misalnya, “Bu, aku mau pergi nih. Titip Adik ya!”

Aduh … awas kualat lo, Bun! 🙂

Pergunakanlah bahasa yang sopan selayaknya kepada orang tua. Misalnya, “Bu, aku ada acara jam sekian sampai jam sekian. Kira-kira bisa nitip Adik enggak ya? Kalau bisa, nanti keperluannya aku siapkan dulu semua.”

4. Jangan merepotkan

Persiapkan semua kebutuhan si kecil agar Kakek dan Nenek nggak perlu repot menyiapkan peralatan anak. Kalau masih butuh MPASI, diaper, botol susu, siapkan semuanya ya, Bunda.

Kalau memungkinkan dan ada, ajak serta si Mbak Pengasuh atau ART ke rumah Kakek dan Nenek. Seenggaknya bisa membantu sedikit kan, misalnya membereskan mainan, mencuci bekas makan si kecil dan sebagainya. Biar Kakek dan Nenek enggak repot dan kecapekan. Mereka cukup bertugas mengawasi saja.

5. Terus memonitor

Informasikan selalu di mana Bunda berada ya, sekarang ada di mana, berapa lama harus pergi, dan seterusnya.

Oh iya, jangan lupa untuk meninggalkan nomor telepon Bunda pada Kakek dan Nenek. Usahakan smartphone Bunda selalu dalam keadaan menyala dengan baterai yang terisi terus.

Menitipkan Anak pada Kakek dan Nenek? 3 Hal Besar ini Harus Diperhatikan Benar

Yang perlu dipersiapkan jika ingin menitipkan anak pada kakek dan nenek

Dan, inilah checklist barang-barang yang harus disiapkan saat menitipkan anak pada kakek dan nenek.

  • Baju ganti. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Diaper atau popok. Jika diperlukan, siapkan dalam jumlah yang cukup banyak ya.
  • Makanan, terutama jika si kecil masih membutuhkan makanan khusus seperti MPASI misalnya.
  • Obat, jika ada. Jangan lupa menjelaskan waktu, cara, dan takaran pemberian obat.
  • Perbekalan mandi, bisa ditinggalkan sih kalau anak rutin dititipkan.
  • Snack, agar lebih terjamin, sehingga si kecil nggak akan jajan sembarangan.
  • Mainan favoritnya.
  • Mainan edukatif lainnya.
  • Buku bacaan, Kakek dan Nenek biasanya seneng banget kalau diminta membacakan buku.
  • Film kegemaran anak.

Yang tak kalah penting adalah mengucapkan terima kasih atas kesediaan orang tua saat dititipi anak. Berkat mereka, kita bisa beraktivitas dengan tenang dan nyaman, karena tahu anak kita berada di tangan orang terpercaya yang mencintainya.

Kenapa Bunda Harus Bekerja
Kenapa Bunda Harus Bekerja? oleh Bunda Santy Dwi Kristina

Perkara ini memang khas banget terjadi pada hampir setiap bunda yang sibuk ya, terutama para bunda bekerja. Menurut Bunda Santy Dwi Kristina, penulis Kenapa Bunda Harus Bekerja?, adalah wajar ketika kita meminta bala bantuan pada orang lain untuk mengatasi kerepotan-kerepotan sehari-hari sebagai bunda bekerja. Termasuk meminta bantuan kakek dan nenek untuk dititipi si kecil.

Masih ada banyak trik lain yang ditulis oleh Bunda Santy sebagai bunda bekerja agar semua printilan mengasuh si kecil bisa lancar jaya meski Bunda sibuk bekerja di kantor. Yuk, dapatkan buku Kenapa Bunda Harus Bekerja? ini di toko-toko buku! Bunda juga bisa memesannya di Tokopedia dan Shopee. Atau, untuk mendapatkan diskon khusus, Bunda dapat juga memesannya langsung ke Stiletto Book melalui WhatsApp.

Your Thoughts