4 Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

Categories: Tip Menulis
No Comments

Kegiatan menulis, baik dengan tangan secara manual atau menggunakan perangkat elektronik seperti handphone atau laptop ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan mental kita lo, Stilovers!

Kegiatan menulis tidak melulu harus menulis cerpen atau novel, bisa apa saja. Contohnya menulis apa yang kamu rasakan seperti yang dulu kamu sering lakukan, yaitu menulis buku harian atau diary.

Adakah stilovers yang masih menulis buku harian?

Kita tidak perlu malu loh jika masih melakukan kegiatan menulis buku diary ini, karena dilansir dari situs HelpScout —The Psychological Benefits of Writing, menulis berguna sebagai alat untuk berpikir, berekspresi dan mengasah kreativitas.

Nah, berikut 4 manfaat menulis bagi kesehatan mental kita

4 Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

Sebagai media katarsis

Apa sih katarsis itu?

Katarsis ialah upaya untuk menuangkan emosi atau segala isi hati dengan bebas. Dengan kata lain, katarsis juga dapat dikatakan sebagai usaha untuk mengungkapkan emosi yang sedang kita rasakan saat itu.

Nah, jangan salah kaprah. Emosi itu enggak melulu soal amarah lo, Stilovers. Senang, sedih, kecewa, dan sebagainya itu juga merupakan bentuk-bentuk emosi.

Jika emosi kita dibiarkan terus tertimbun di dalam hati dan pikiran, maka kita akan merasa tidak tenang. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk melepaskan emosi itu adalah dengan cara menulis.

Tuangkan satu per satu apa yang menjadi kegelisahan kita. Dengan menuliskannya, kita akan menemukan penyebab dari emosi tersebut.

9 Cara Menemukan Tema Novel

Menulis sebagai media komunikasi dengan diri sendiri

Membangun komunikasi yang baik tidak hanya dilakukan dengan rekan kerja, sahabat dan orang-orang di sekitar kita saja. Diri kita sendiri, juga perlu kita ajak untuk berkomunikasi sekali waktu.

Yes, sebelum kita berinteraksi dengan orang lain, ada baiknya kita melakukannya dengan diri sendiri. Menulis dapat membantu kita untuk mengenali diri sendiri dengan baik.

Hal ini juga disebutkan dalam situs The Psychological Benefits of Writing di atas tadi, bahwas menulis dapat membantu seseorang untuk bisa berkomunikasi dengan lebih efektif, dengan siapa pun–dengan orang lain ataupun dengan diri sendiri.

Ini 3 Kelebihan Menulis Nonfiksi Dibandingkan dengan Menulis Naskah Fiksi

Meningkatkan rasa syukur

Pernah enggak sih kamu merasa, bahwa kehadiranmu sepertinya tidak berguna di dunia? Atau, seringkah kamu berpikir, kok hidupku gini-gini aja sih?

Hayo, siapa yang sering merasa seperti itu? Well, enggak usah malu untuk mengakui, Stilovers.

Tahukah kamu, bahwa hal itu bisa terjadi akibat kita jarang menuliskan hal–hal yang telah kita lakukan dan telah kita dapatkan. Akhirnya, membuat kita menjadi kurang bersyukur.

So, mulai saat ini, coba tulis hal-hal apa yang telah kamu lakukan dan kamu berhasil capai serta dapatkan. Misalnya saja, coba kamu buat daftar untuk satu tahun belakangan. Sekalian kan, sudah mendekati akhir tahun nih, bisa menjadi bahan refleksi kamu kan?

Tuliskan pula hal-hal apa saja yang ingin kamu capai di tahun berikutnya. Bahasa kerennya, membuat daftar achievements and goals.

Pencapaian itu enggak selalu berkaitan dengan hal yang muluk-muluk kok. Misalnya, di tahun ini kamu sudah bisa memasak, dan buatlah goals atau rencanamu di tahun berikutnya. Kamu bisa menuliskannya di buku harianmu, atau di mana saja yang mudah untuk kamu buka kembali saat kamu merasa down atau mellow.

Hasil penelitian dari Laura King menunjukkan, bahwa menulis tentang achievements and goals dapat membuat seseorang menjadi lebih sehat dan bahagia.

Tip Menulis Outline Agar Naskahmu Dilirik Penerbit

Membantu mengatasi di saat waktu-waktu sulit

Ada penelitian lain lagi dari Pennebaker yang menyebutkan, bahwa menuliskan peristiwa traumatis dapat meningkatkan kesehatan mental kita, ketika kita bisa menggambarkan fakta dan perasaan yang kita alami.

Menuliskan tentang apa yang terjadi dan bagaimana perasaan kita terkait pengalaman traumatis tersebut akan dapat membantu diri kita sendiri untuk memahami peristiwa negatif yang terjadi.

Hal ini sangat berpotensi memunculkan self-acceptance yang bagus untuk kesehatan mental kita.

Nah, Stilovers, apakah kamu sudah merasakan manfaat menulis bagi kesehatan mental di atas?

Coba deh setelah membaca artikel ini, menulis apa yang kamu rasakan. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik kita lo! Oleh karena itu, kita harus memeliharanya dengan baik. Siapa tahu nih, setelah kamu menulis, hasil tulisannya bisa menjadi tulisan yang inspiratif dan dapat diterbitkan menjadi buku oleh Stiletto Book.

Mau kan? Ditunggu ya, tulisannya! (Icha)

Your Thoughts